SCA DEZA ZULFAHMI, SE, MM
Execitive Leaders Club
Execitive Leaders Club
"Bukan dimana ladangnya, tetapi siapa petaninya"
Menduduki posisi penting di salah satu Cabang Bank BUMN di wilayah Indonesia Timur tidak membuatnya menjadi lebih mudah dalam menjalankan bisnis ini. Tugas dan tanggung jawabnya telah banyak menyita waktunya. Namun bisnis K-Link mempunyai daya tarik dan tantangan tersendiri baginya. "apalagi masih banyak orang yang memandang negatif terhadap bisnis MLM saat itu", ujarnya.Bisnis K-Link bukan bisnis MLM pertama yang ditawarkan kepadanya. "K-Link memiliki paket yang lengkap, produk yang berkualitas, marketing plan yang menguntungkan, dan support system yang terbukti handal. Itulah yang membuat orang banyak sukses di K-Link" akunya.
Pertemuannya dengan sponsor Hendri Rikianto pada bulan Januari 2003 adalah awal kisah sukses Crown Ambassador (CA) pertama dari wilayah Indonesia Timur ini. Deza memulai bisnis ini dari kota kecil Palu, dilanjutkan ke kota Ternate hingga pulau-pulau lainnya di wilayah Indonesi Timur. Patut diacungi jempol usahanya dalam merintis bisnis ini. Untuk mencapai pulau-pulau kecil tidak jarang dirinya harus menyeberang lautan luas dengan menggunakan perahu kecil bahkan dalam keadaan cuaca yang buruk sekalipun. Namun hal itu tidaklah membuatnya berkecil hati dan berputus asa. Ketulusan dan keikhlasan untuk membantu sesama adalah dasar utama baginya dalam menjalankan bisnis ini.
Perlahan tapi pasti, peringkat Senior Crown Ambassador (SCA) Deza Zulfahmi, SE, MM dengan penghasilan sebagai Platinum Leaders Club, telah membuktikan bahwa dimanapun anda berusaha dengan dilandasi tekad dan kemauan yang kuat anda pasti meraih apa yang anda inginkan.
Meski seorang perempuan namun sepak terjangnya di dunia MLM tidak boleh diremehkan. Ini bisa dibuktikan dari prestasinya di beberapa perusahaan MLM sebelumnya. Ia sempat beberapa kali mendapat penghargaan berupa mobil mewah dan bepergian ke luar negeri, namun ketidak harmonisan manajemen perusahaan membuatnya keluar dari perusahaan tersebut.
Zhery sempat mengenyam dunia perkuliahan di sebuah universitas dan sebuah akademi kejuruan. Tetapi, keinginan untuk segera bekerja membuatnya meninggalkan bangku kuliah dan terjun langsung sebagai pegawai negeri sipil di sebuah instansi pemerintahan di Palembang. Merasa tidak bisa berkembang apabila terus tinggal di daerah membuatnya mengambil keputusan untuk hijrah ke Jakarta pada tahun 1980. Di Jakarta ia mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan asing.
Setelah bekerja selama 8 tahun ia memutuskan untuk keluar dari perusahaan tersebut. Tahun 1988 Zhery kembali bergabung di sebuah Instansi Pemerintahan di Pamulang. Namun lagi-lagi ia memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya karena ingin untuk menyekolahkan anak-anaknya di lembaga pendidikan yang berkualitas. Hal yang menurutnya sulit terwujud selama ia masih berstatus sebagai PNS. Tahun 2000 Zhery memutuskan keluar dan kemudian ia mengenal dunia MLM.
Saat kondisi perekonomian keluarga mengalami pasang surut, seorang teman lama, Ir. Irwansyah, datang untuk menawarkan bisnis MLM baru. Pengalaman pahit dengan perusahan sebelumnya membuat Zhery melakukan analisa terhadap masa depan perusahaan ini, mulai dari produk, manajemen perusahan, support system hingga pemimpin perusahaan. Hasil yang didapat begitu mencengangkan; produk yang berkualitas dan berkhasiat, manajemen yang solid, support system tunggal dan pemimpin perusahaan yang telah berpengalaman. Tanpa pikir panjang ia langsung mengambil keputusan untuk bergabung di K-Link. "K-LINK merupakan kendaraan yang tepat untuk meraih kesuksesan", ujarnya yakin.
Dalam waktu empat tahun bersama K-Link, kesuksesan demi kesuksesan telah diraihnya. "Kemenangan dapat diraih oleh setiap orang yang benar-benar berjuang di K-Link tanpa harus mengalahkan orang lain. Yang membedakan hanya beberapa kuat impian Anda, seberapa yakin Anda menjalankan bisnis ini, dan seberapa besar kepercayaan Anda terhadap upline", tegasnya.
Saya lahir dari keluarga biasa-biasa saja sebagai anak bungsu dari 7 bersaudara dibesarkan di sebuah kota kecil di Banten. Saat duduk di kelas 2 SMP saya pindah ke Jakarta dan tinggal bersama kakak CA Peni Joshiarti. Hidup jauh dari orang tua rupanya membentuk saya menjadi lebih mandiri. Selesai SMP saya dianjurkan mengambil sekolah kejuruan agar nanti saya bisa segera bekerja.
Santoso juga berasal dari keluarga besar. Ia anak ke 7 dari 12 bersaudara dan nasibnya sama dengan saya, bekerja sambil kuliah. Dari sana saya melihat walaupun mungkin pendidikan kami terbatas, namun ada yang bisa membatasi kemauan dan semangat untuk menjadi lebih baik. Tujuh tahun pacaran dengan mengalami putus sambung akhirnya kami menikah pada Januari 1989. Anak pertama kami lahir pada Maret 1990 dan lima tahun kemudian pada bulan Mei lahirlah anak kedua.Dua-duanya perempuan.
Kerja keras suami banyak menginspirasi saya. Tahun 2002 ia bergabung dengan K-LINK. Jujur, pada mulanya saya tidak yakin dengan MLM karena pernah menjalaninya, tapi lambat laun kerja keras dan keuletan suami memperlihatkan saya hasil yang berbeda. Darinya saya banyak belajar untuk melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh dan maksimal. Kerja keras dapat melawan kemalasan yang sering timbul untuk orang yang ingin berhasil dalam hidupnya. Filosofi saya, semut saja tidak akan menyerah sebelum apa yang menjadi tujuannya berhasil. Saya pun harus begitu.
Meski sudah mencapai peringkat Royal Crown Ambassador sampai hari ini saya masih terus belajar untuk mensyukuri dan menikmati hidup. Semua orang pernah gagal, namun bagi saya jalani saja karena itu semua proses yang harus dilalui. Kesuksesan bisa mengakibatkan kegagalan tapi kegagalan menjadikan kita sukses. Tiada kesuksesan tanpa usaha dan kerja keras. Satu yang harus selalu diingat adalah jangan letakkan itu di depan kita sebagai pintu untuk menolong banyak orang. Saya berharap keluarga saya juga bisa menjadi saluran bakat dan memotivasi banyak orang.
Tekad mengubah kehidupan membawa lajang kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara ini merantau ke Yogyakarta. Segala usaha ia jalani demi nasib baik di Kota Gudeg mulai dari jualan baju, jaket, parfum hingga bekerja serabutan dilakoni. Saat kuliah sudah berjalan 7 semester Calvin mulai mengenal dunia MLM. Enam tahunmenjalani bisnis ini tidak banyak perubahan finansial yang terjadi pada pria berkulit putih ini. Sisi positifnya pembawaan Calvin menjadi lebih terbuka, dari yang sebelumnya introvert.

Tubagus Agus Yusuf merupakan lulusan dari Akademi Kimia Analis Bogor dan terakhir pernah menggeluti dunia wiraswasta dengan membangun usaha sendiri yang akhirnya menemui kegagalan. Saat seorang temannya mempresentasikan bisnis K-Link dan mengajaknya bergabung, justru keraguan yang timbul dalam hatinya. Namun tuntutan untuk segera melunasi hutang dan kebutuhan keluarga yang mendesak, tawaran itu akhirnya disambut dengan mantap. Terlebih setelah mengetahui adanya passive income yang bisa diperoleh dan system yang mengajarkan strategi untuk sukses. Sejak itulah pria asal Banten ini memutuskan untuk bergabung dengan K-Link pada bulan November 2003 dan bertekad untuk menjalankan bisnis ini dengan serius. "Saya harus berhasil".

Sosok ayah dua orang putri ini selalu terlihat sebagai orang yang sangat antusias, penuh semangat luar biasa, selalu bekerja keras penuh keyakinan sampai sering beliau lupa akan waktu dan dikenal sebagai speaker dan motivator handal. 

Bisnis K-Link dikenalkannya pada bulan Maret 2004, tidak mudah membujuknya untuk menggeluti bisnis ini. Namun setelah mendengarkan kaset-kaset para leader dan membaca buku-buku tentang K-Link dari support systemnya dan ditambah produk-produk K-Link yang luar biasa maka api perjuangan mulai dikobarkan. 
